Selasa, 02 Oktober 2012


Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur

Apa sih yang timbul di benak pembaca jika mendengar atau membaca “Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur??”
Pertama kita harus mengerti terlebih dahulu Kegiatan usaha pokok pada perusahaan manufaktur , yaitu mengolah bahan baku hingga menjadi produk yang siap untuk dijual, kemudian menjual produk yang dihasilkannya untuk memperoleh keberuntungan.
Keuntungan (laba) yang diperoleh perusahan manufaktur pada dasarnya adalah Selisih antara hasil penjualan ( penghasilan ) dengan harga pokok penjualan dan beban usaha lainnya. Dalam perusahaan manufaktur, barang yang siap dijual adalah Barang yang dibuat sendiri sehingga harga pokoknya bergantung kepada biaya-biaya yang dikeluarkan untuk pembuatannya. Biaya yang bersangkutan dikenal dengan Biaya Produksi.
Biaya-biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan produk, dikelola dengan suatu sistem yang antara lain didukung dengan prosedur pencatatan . Pencatatan dan pengikhtisaran biaya pembuatan produk merupakan bidang khusus dalam akuntansi yang disebut dengan akuntansi biaya ( Cost Accounting )
Terjadinya penghasilan mengakibatkan perubahan pada susunan aktiva, kewajiban, dan ekuitas perusahaan. Pencatatan dan pengikhtisaran transaksi terjadinya penghasilan dan transaksi lainnya yang mengakibatkan perubahan aktiva , kewajiban, dan ekuitas perusahaan, merupakan bidang akuntansi keuangan ( Financial Accounting ).
Kesimpulan dari keterangan di atas, dalam hubungan dengan penyediaan laporan keuangan, akuntansi yang di selenggarakan dalam perusahaan manufaktur terdiri atas :
1.     Akuntansi biaya à Pencatatan, pengiktisaran dan pelaporan transaksi-transaksi yang menyangkut biaya pembuatan produk. Tujuannya menyediakan laporan biaya produksi untuk memenuhi kepentingan manajemen, antara lain informasi mengenai harga pokok produk yang dihasilkan.
2.    Akuntansi keunganà Pencatatan, pengiktisaran dan pelaporan transaksi-transaksi yang menyangkut perubahan aktiva , kewajiban, dan ekuitas perusahaan. Tujuannya menyediakan laporan biaya produksi untuk memenuhi kepentingan manajemen dari pihak ekstern. Dalam pelaksanaannya, kegiatan akuntansi keuangan menggunakan data yang dihasilkan dari proses akuntansi biaya, antara lain mengenai harga pokok produk dalam penentuan dan nilai produk jadi dalam penyusunan neraca.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar