Setelah kita menentukan bisnis yang akan
kita kerjakan kita perlu menjalakan beberapa hal agar usaha yang kita jalankan
memperoleh keuntungan yang diharapkan yaitu :
-
Menentukan
berapa harga jual kepada pelanggan untuk barang atau jasa tersebut ( harga
jual)
-
Membuat
perkiraan tentang berapa uang yang kita dapatkan dari penjualan selama 12 bulan
pertama kegiatan bisnis kita ( penghasilan penjualan )
-
Menemukan
faktor-faktor penyebab ketika kita mendapat keuntungan atau kerugian ( rencana
penjualan dan rencana biaya )
-
Mempunyai
uang yang cukup sebagai modal untuk menjalankan bisnis kita ( rencana arus
kas/cash flow)
A.
Menetapkan
Harga Produk Yang Kita Jual
Sebelumnya kita mengkalkulasikan dahulu biaya untuk memproduksi
barang atau jasa karena tiap perusahaan mempunyai prinsip/kebijakan
masing-masing.terkadang karena ketidakmampuan perusahaan untuk mengembangkan
modal banayak terjadi biaya yang dikeluarkan lebih tinggi daripada penerimaan.
Ada 2 metode untuk mentapkan harga:
·
Metode
penetapan biaya plus mark up ( cost plus mark-up pricing )
Caranya, menjumlahkan biaya untuk membuat barang atau
jasa, agra mendapatkan biaya produksi atau harga produksi. Tambahkan presentase
keuntungan pada harga produksi sehingga menjadi harga jual. Ada dua hal yang
hal yang yang berkaitan dengan metode ini, yaitu biaya produksi dan presentase
keuntungan.
a.
Mengetahui
biaya
Karena bisnis yang kita jalani masih baru, tentu tidak
mudah bagi kita untuk membuat perkiraan biaya. Semua usaha mempunyai dua macam
biaya, yaitu biaya tetap dan biaya variable. Biaya tetap adalah biaya yang
tidak berubah, misalnya sewa,asuransi,dan ijin usaha. Sedangkan biaya variable
adalah biaya yang berubah atau naik apabila produksi terjadi perubahan, misalnya
apabila pembelian bahan naik, maka biaya produksi naik.
*) bagi perusahaan manufaktur atau penyedia jasa, biaya
variable adalah biaya pembuatan barang atau penyediaan jasa. Misalnya, tukang
roti à harus membeli bahan baku, seperti tepung ,ragi, dan susu untuk
membuat roti.
b.
Penyusutan
sebagai jenis biaya khusus
Penyusutan adalah biaya yang menggunakan perhitungan
nilai set yang susut, misalnya penyusutan dari nilai peralatan, alat kerja, dan
kendaraan. Penyusutan bukan pengeluaran tunai tetapi tetap dianggap sebagai
biaya. Contoh presentasi nilai penyusutan
sbb:
ASET
|
PROSENTASE PENYUSUTAN PER TAHUN
|
Alat kerja dan alat
kantor
|
7,5%
|
Kendaraan
|
20,0%
|
Perabot kantor
|
7,5%
|
Gedung untuk
penjualan eceran
|
2,0%
|
Gedung untuk pabrik
|
7,5%
|
Tanah
|
-
|
c.
Menghitung
biaya produksi
Untuk menghitung biaya produksi, kita harus menghitung
semua biaya usaha yang kita keluarakan. Kalkulasi biaya produksi ini kemudian
akan di gabungkan dengan perhitungan atas operasional sebelum diputuskan
tentang penetapan harga jual yang wajar.
·
Metode
persaingan harga ( competitive pricing method )
Caranya, mengetahui harga jual perusahaan lain yang ada disekitar
tempat bisnis baik produk maupun jasa. Kita harus memastikan bahwa harga produk
kita kompetetif. Kita harus memperhitungkan lebih akurat, sehingga tidak
menimbulkan rugi bagi perusahaan kita.
B.
Memperkirakan
Pendapatan Dari Penjualan
Pendapatan penjualan adalah perhitungan berapa banyak
uang yang akan diperoleh dari penjualan kita. Untuk membuat perkiraan tersebut
ikuti langkah-langkah berikut :
1.
Catat
semua barang, jasa, atau jenis-jenis produk usaha anda yang akan terjual.
2.
Buatlah
perkiraan jumlah produk atau jenis produk yang akan kita jual tiap bulannya
pada tahun pertama usah tersebut berjalan. Ini akan diperoleh dari riset pasar.
3.
Tetukan
harga jual untuk tiap produk yang akan kita jual.
4.
Buatlah
kalkulasi nilai penjualan per bulan untuk tiap produk ; kemudian kalikan jumlah
tersebut dengan harga jual per produk.
Perkiraan
penjualan dan pendapatan penjualan adalah bagian yang paling penting dan paling
sulit dalam penyiapan Rencana Usaha. Ingat, kita tidak boleh terlalu antusias
dalam membuat perkiraan penjualan karena cenderung kebanyakan orang
merencanakan hal ini secara berlebihan.
C.
Menyiapkan
Rencana Penjualan Dan Biaya
Dari setiap bisnis atau usaha yang kita jalankan, kita
harus mendapatkan untung yang sebesar-besarnya dengan catatan si konsumen tidak
kecewa atau menyesal menggunakan usaha kita. Keuntungan adalah pendapatan
penjualan dikurangi biaya untuk menjalankan usaha. Dengan adanya rencana
penjualan dan biaya kita akan mengetahui apakah usaha yang kita jalankan
menguntungkan atau tidak. Perkiraan keuntungan juga perlu kita rancang setiap
bulannya pada tahun pertama secara rutin.
D.
Menyusun
Rencana Arus Kas / Cash Flow
Uang tunai atau modal bagaikan pelumas yang membuat
mesin usaha anda terus berjalan. Beberapa pemilik usaha tidak dapat mengelola
cash flow kedalam maupun keluar dengan baik. Rencana cash flow menunjukkan
berapa banyak uang yang akan keluar dan masuk dalam perusahaan setiap bulannya.
Rencana cash flow ini membantu agar usaha kita tidak kehabisan uang pada saat
apapun. Rencana cash flow sering sulit untuk disusun karena hal-hal sbb:
·
Beberapa
uang mungkin mengandalkan kredit dan uang tunai dari penjualan itu baru akan
masuk beberapa bulan kemudian. Oleh karena itu, dalam menangani pemasaran kita
perlu menerapkan kebijakan kredit usaha.
·
Beberapa
biaya mungkin dalam bentuk kredit yang akan dibayar pada beberapa bulan
berikutnya. Untuk usaha baru hal ini tidak umum.
·
Beberapa
biaya dalam bentuk non-tunai, seperti biaya penyusutan peralatan. Oleh karena
itu, biaya penyusutan jangan dimasukkan kedalam rencana cash flow.
E.
Sumber
dana
Untuk membuka sebuah usaha terkadang sumber dana menjadi
hal pokok. Untuk memenuhi criteria ini kita bisa meminjam dana melalui:
·
Teman atau
saudara
Hal ini hal yang biasa dalam dunia usaha. Karena banyak
wirausahawan yang berhasil karena menjadikan teman atau saudaranya menjadi
sumber dana bagi usahanya. Dengan keyakinan bahwa si peminjam mampu untuk
mengembalikan uang yang di pinjam.
·
Pemasok (
supplier )
Biasanya hal ini akan di lakukan oleh perusahaan pembuat
barang, beberapa kredit dapat diperoleh dari pemasok.
·
Bank atau
lembaga keuangan lainnya.
Dari semua peminjam modal yang paling resmi adalah bank
/ lembaga keuangan. Karena kita harus mengisi berbagai formulir dan berbagi
syarat yang ditujukan oleh pihak bank. Bank atau lembaga keuangan biasanya
meminta asset pribadi atau jaminan jika kita tidak dapat mengembalikan uang
yang telah kita pinjam. Apabila kita betul-betul tidak mampu untuk membayar
uang yang telah kita pinjam maka barang yang menjadi jaminan kita akan disita.
Yang biasanya menjadi jaminan adalah rumah, tanah, kendaran, atau barang / surat
berharga lainnya. Bank atau lembaga keuangan juga biasanya menawrkan presentasi
bunga dan persyratan pinjaman yang berbeda-beda. Tergantung latar belakang si
peminjam dan jumlah yang dipinjam.
F.
Aplikasi
Pinjaman Usaha
Dalam meminjam dana untuk memulai suatu usaha, kita
perlu meyakinkan kepada pemberi pinjaman, hal-hal sbb:
·
Dana yang
kita perlukan benar-benar kita butuhkan dan asset yang kita beli dengan
pinjaman tersebut betul-betul jelas.
·
Biaya-biaya
lainnya dan jenis-jenis asset telah kita cek dengan baik.
·
Pinjaman
yang kita lakukan dapat kita bayar kembali, termasuk bunganya, berdasarkan
proyeksi di masa depan.
Sedangkan
langkah-langkah yang perlu kita lakukan untuk mendapatkan pinjaman adalah:
·
Membuat
perjanjian apabila ingin bertemu. Jangan hanya mampir.
·
Siapkan
jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan tentang usaha yang akan
kita lakukan. Si peminjam cenderung penasaran akan hal ini karena mereka juga
terkadang takut kita tidak dapat mengembalikan dana yang kita pinjam.
·
Siapkan
salinan tambahan tentang Rencana Usaha.
·
Kita juga
harus siap membicarakan jaminan, asset pribadi, dan asset perusahaan.
·
Tanyakan informasi tentang keterlambatan
pembayaran dan resiko yang akan di hadapi.
Apabila aplikasi ditolak, kit aperlu menanyakan apa
penyebabnya. Pada umumnya, alasan yang sering dikeluarkan adalah:
·
Gagasan
usaha yang dianggap terlalu beresiko.
·
Jaminan
atau agunan yang tidak mencukupi.
·
Alasan
peminjaman yang tidak jelas dan tidak dapat diterima oleh si pemberi pinjaman.
·
Si
peminjam tidak tampak percaya diri, antusias, tidak berkomitmen, atau tidak
realistis dalam tujuan usaha anda.
Apabila kejadian
diatas menimpa usaha yang hendak kita jalani, maka kita harus merevisis kembali
Rencana Usaha yang telah kita rancang atau mencari tempat peminjaman lainnya.
So,, bagaimana
??
Apakah anda
telah siap untuk membuka usaha baru untuk di jalankan??.. >_<
Tidak ada komentar:
Posting Komentar