Rabu, 24 Oktober 2012

MERENCANAKAN UNTUK MENDAPATKAN KEUNTUNGAN



Setelah kita menentukan bisnis yang akan kita kerjakan kita perlu menjalakan beberapa hal agar usaha yang kita jalankan memperoleh keuntungan yang diharapkan yaitu :
-        Menentukan berapa harga jual kepada pelanggan untuk barang atau jasa tersebut ( harga jual)
-        Membuat perkiraan tentang berapa uang yang kita dapatkan dari penjualan selama 12 bulan pertama kegiatan bisnis kita ( penghasilan penjualan )
-        Menemukan faktor-faktor penyebab ketika kita mendapat keuntungan atau kerugian ( rencana penjualan dan rencana biaya )
-        Mempunyai uang yang cukup sebagai modal untuk menjalankan bisnis kita ( rencana arus kas/cash flow)


A.      Menetapkan Harga Produk Yang Kita Jual
Sebelumnya kita mengkalkulasikan dahulu biaya untuk memproduksi barang atau jasa karena tiap perusahaan mempunyai prinsip/kebijakan masing-masing.terkadang karena ketidakmampuan perusahaan untuk mengembangkan modal banayak terjadi biaya yang dikeluarkan lebih tinggi daripada penerimaan.

Ada 2 metode untuk mentapkan harga:
·         Metode penetapan biaya plus mark up ( cost plus mark-up pricing )
Caranya, menjumlahkan biaya untuk membuat barang atau jasa, agra mendapatkan biaya produksi atau harga produksi. Tambahkan presentase keuntungan pada harga produksi sehingga menjadi harga jual. Ada dua hal yang hal yang yang berkaitan dengan metode ini, yaitu biaya produksi dan presentase keuntungan.
a.       Mengetahui biaya
Karena bisnis yang kita jalani masih baru, tentu tidak mudah bagi kita untuk membuat perkiraan biaya. Semua usaha mempunyai dua macam biaya, yaitu biaya tetap dan biaya variable. Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah, misalnya sewa,asuransi,dan ijin usaha. Sedangkan biaya variable adalah biaya yang berubah atau naik apabila produksi terjadi perubahan, misalnya apabila pembelian bahan naik, maka biaya produksi naik.
*) bagi perusahaan manufaktur atau penyedia jasa, biaya variable adalah biaya pembuatan barang atau penyediaan jasa. Misalnya, tukang roti à harus membeli bahan baku, seperti tepung ,ragi, dan susu untuk membuat roti.
b.      Penyusutan sebagai jenis biaya khusus
Penyusutan adalah biaya yang menggunakan perhitungan nilai set yang susut, misalnya penyusutan dari nilai peralatan, alat kerja, dan kendaraan. Penyusutan bukan pengeluaran tunai tetapi tetap dianggap sebagai biaya. Contoh presentasi nilai penyusutan  sbb:

ASET
PROSENTASE PENYUSUTAN PER TAHUN
Alat kerja dan alat kantor
7,5%
Kendaraan
20,0%
Perabot kantor
7,5%
Gedung untuk penjualan eceran
2,0%
Gedung untuk pabrik
7,5%
Tanah
-

c.       Menghitung biaya produksi
Untuk menghitung biaya produksi, kita harus menghitung semua biaya usaha yang kita keluarakan. Kalkulasi biaya produksi ini kemudian akan di gabungkan dengan perhitungan atas operasional sebelum diputuskan tentang penetapan harga jual yang wajar.
·         Metode persaingan harga ( competitive pricing method )
Caranya, mengetahui harga jual perusahaan lain yang ada disekitar tempat bisnis baik produk maupun jasa. Kita harus memastikan bahwa harga produk kita kompetetif. Kita harus memperhitungkan lebih akurat, sehingga tidak menimbulkan rugi bagi perusahaan kita.

B.      Memperkirakan Pendapatan Dari Penjualan
Pendapatan penjualan adalah perhitungan berapa banyak uang yang akan diperoleh dari penjualan kita. Untuk membuat perkiraan tersebut ikuti langkah-langkah berikut :
1.       Catat semua barang, jasa, atau jenis-jenis produk usaha anda yang akan terjual.
2.       Buatlah perkiraan jumlah produk atau jenis produk yang akan kita jual tiap bulannya pada tahun pertama usah tersebut berjalan. Ini akan diperoleh dari riset pasar.
3.       Tetukan harga jual untuk tiap produk yang akan kita jual.
4.       Buatlah kalkulasi nilai penjualan per bulan untuk tiap produk ; kemudian kalikan jumlah tersebut dengan harga jual per produk.
Perkiraan penjualan dan pendapatan penjualan adalah bagian yang paling penting dan paling sulit dalam penyiapan Rencana Usaha. Ingat, kita tidak boleh terlalu antusias dalam membuat perkiraan penjualan karena cenderung kebanyakan orang merencanakan hal ini secara berlebihan.
C.      Menyiapkan Rencana Penjualan Dan Biaya
Dari setiap bisnis atau usaha yang kita jalankan, kita harus mendapatkan untung yang sebesar-besarnya dengan catatan si konsumen tidak kecewa atau menyesal menggunakan usaha kita. Keuntungan adalah pendapatan penjualan dikurangi biaya untuk menjalankan usaha. Dengan adanya rencana penjualan dan biaya kita akan mengetahui apakah usaha yang kita jalankan menguntungkan atau tidak. Perkiraan keuntungan juga perlu kita rancang setiap bulannya pada tahun pertama secara rutin.

D.      Menyusun Rencana Arus Kas / Cash Flow
Uang tunai atau modal bagaikan pelumas yang membuat mesin usaha anda terus berjalan. Beberapa pemilik usaha tidak dapat mengelola cash flow kedalam maupun keluar dengan baik. Rencana cash flow menunjukkan berapa banyak uang yang akan keluar dan masuk dalam perusahaan setiap bulannya. Rencana cash flow ini membantu agar usaha kita tidak kehabisan uang pada saat apapun. Rencana cash flow sering sulit untuk disusun karena hal-hal sbb:
·         Beberapa uang mungkin mengandalkan kredit dan uang tunai dari penjualan itu baru akan masuk beberapa bulan kemudian. Oleh karena itu, dalam menangani pemasaran kita perlu menerapkan kebijakan kredit usaha.
·         Beberapa biaya mungkin dalam bentuk kredit yang akan dibayar pada beberapa bulan berikutnya. Untuk usaha baru hal ini tidak umum.
·         Beberapa biaya dalam bentuk non-tunai, seperti biaya penyusutan peralatan. Oleh karena itu, biaya penyusutan jangan dimasukkan kedalam rencana cash flow.

E.       Sumber dana
Untuk membuka sebuah usaha terkadang sumber dana menjadi hal pokok. Untuk memenuhi criteria ini kita bisa meminjam dana melalui:
·         Teman atau saudara
Hal ini hal yang biasa dalam dunia usaha. Karena banyak wirausahawan yang berhasil karena menjadikan teman atau saudaranya menjadi sumber dana bagi usahanya. Dengan keyakinan bahwa si peminjam mampu untuk mengembalikan uang yang di pinjam.
·         Pemasok ( supplier )
Biasanya hal ini akan di lakukan oleh perusahaan pembuat barang, beberapa kredit dapat diperoleh dari pemasok.
·         Bank atau lembaga keuangan lainnya.
Dari semua peminjam modal yang paling resmi adalah bank / lembaga keuangan. Karena kita harus mengisi berbagai formulir dan berbagi syarat yang ditujukan oleh pihak bank. Bank atau lembaga keuangan biasanya meminta asset pribadi atau jaminan jika kita tidak dapat mengembalikan uang yang telah kita pinjam. Apabila kita betul-betul tidak mampu untuk membayar uang yang telah kita pinjam maka barang yang menjadi jaminan kita akan disita. Yang biasanya menjadi jaminan adalah rumah, tanah, kendaran, atau barang / surat berharga lainnya. Bank atau lembaga keuangan juga biasanya menawrkan presentasi bunga dan persyratan pinjaman yang berbeda-beda. Tergantung latar belakang si peminjam dan jumlah yang dipinjam.

F.       Aplikasi Pinjaman Usaha
Dalam meminjam dana untuk memulai suatu usaha, kita perlu meyakinkan kepada pemberi pinjaman, hal-hal sbb:
·         Dana yang kita perlukan benar-benar kita butuhkan dan asset yang kita beli dengan pinjaman tersebut betul-betul jelas.
·         Biaya-biaya lainnya dan jenis-jenis asset telah kita cek dengan baik.
·         Pinjaman yang kita lakukan dapat kita bayar kembali, termasuk bunganya, berdasarkan proyeksi di masa depan.
Sedangkan langkah-langkah yang perlu kita lakukan untuk mendapatkan pinjaman adalah:
·         Membuat perjanjian apabila ingin bertemu. Jangan hanya mampir.
·         Siapkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan tentang usaha yang akan kita lakukan. Si peminjam cenderung penasaran akan hal ini karena mereka juga terkadang takut kita tidak dapat mengembalikan dana yang kita pinjam.
·         Siapkan salinan tambahan tentang Rencana Usaha.
·         Kita juga harus siap membicarakan jaminan, asset pribadi, dan asset perusahaan.
·          Tanyakan informasi tentang keterlambatan pembayaran dan resiko yang akan di hadapi.

Apabila aplikasi ditolak, kit aperlu menanyakan apa penyebabnya. Pada umumnya, alasan yang sering dikeluarkan adalah:
·         Gagasan usaha yang dianggap terlalu beresiko.
·         Jaminan atau agunan yang tidak mencukupi.
·         Alasan peminjaman yang tidak jelas dan tidak dapat diterima oleh si pemberi pinjaman.
·         Si peminjam tidak tampak percaya diri, antusias, tidak berkomitmen, atau tidak realistis dalam tujuan usaha anda.
Apabila kejadian diatas menimpa usaha yang hendak kita jalani, maka kita harus merevisis kembali Rencana Usaha yang telah kita rancang atau mencari tempat peminjaman lainnya.


So,, bagaimana ??
Apakah anda telah siap untuk membuka usaha baru untuk di jalankan??.. >_<

Tidak ada komentar:

Posting Komentar