Rabu, 07 November 2012

Elemen-elemen biaya produksi


Dalam suatu proses produksiuntuk menghasilkan suatu produk perusahaan manufaktur akan mengeluarkan berbagai macam biaya. Biaya-biaya tersebut dikelompokkan menjadi 3 golongan besar yakni Bahan Langsung, Tenaga Kerja Langsung, dan Overhead Pabrik.
1.       Bahan langsung
Bahan ini bahan yang digunakan dan menjadi bagian dari produk jadi. Sebagai contoh, bahan langsung dari sebuah pabrik sepatu terdiri dari kulit, kain, benag, paku, dan lem. Oleh Karena itu, jika sudah di produksi akan menjadi produk jadi, maka biaya bahan langsung mudah di teliti ke tiap unit barang yang di hasilkan ke suatu tahapan produksi. Biaya ini di bebankan langsung ke satuan hasil yang di produksi atau ke proses produksi tertentu, tanpa melalui alokasi biaya terlebih dahulu.
Bahan langsung harus di bedakan dari bahan tak langsung, yang meliputi bahan-bahan perlengkapan pabrik seperti minyak dan oli mesin, bahan bakar, dsb. Bahan tak langsung di gunakan  dalam proses produksi, tetapi tidak menjadi bagian dari produk jadi. Oleh karena itu, biaya bahan tak langsung menjadi sukar untuk ditelusuri ke unit barang tertentu. Dalam perusahaan manufakturdiperlakukan sebagai bahan overhead pabrik.
Barang-barang yang di beli perusahaan untuk digunakan dalam proses produksi disebut bahan baku ( raw material ). Biasanya bahan baku di gunakan dalam proses produksi, seperti halnya bahan langsung. Pada saat di beli, bahan tersebut di debet ke rekening Pembelian Bahan Baku. Akan tetapi bila di gunakan sebagai bahan tak langsung, maka rekening yang digunakan adalah perlengkapan pabrik.

2.       Tenaga kerja tak langsung
Tenaga kerja yang terlibat di dalam proses mengubah bahan menjadi produk jadi disebut tenaga kerja langsung. Daam akuntansi untuk operasi perusahaan manufaktur, tenaga kerja tak langsung digunakan dalam proses produksi tetapi tidak bisa  dihubungkan atau diterapkan pada suatu produk tertentu. Contoh tenaga kerja tak langsung adalah tenaga pengawas, tenaga pemeliara mesin, dan tenaga pembersih. Tenaga-tenaga yang tak terlibat langsung dalam pengolahan bahan baku menjjadi produk di golongkan sebagai biaya overhead pabrik.
Rekening yang digunakan untuk mencatat biaya tenaga kerja langsung dalam system akuntansi umum disebut tenaga kerja langsung, sedangkan biaya tenaga kerja tak langsung di catat dalam satu atau beberapa rekening tenaga kerja tak langsung. Terkadang penyesuaian diperlukan pada akhir periode atas rekening-rekening tersebut.tak ada perbedaan yang begitu menonjol dengan perusahaan dagang dalam penyajiannya. Hanya pada pemisahan antara rekening untuk biaya tenaga kerja langsung dan biaya tenaga kerja tak langsung.

3.       Overhead pabrik
Biaya-biaya produksi lainnya adalah overhead pabrik. Biaya-biaya ini disebut juga biaya produksi tak langsung.

CONTOH OVERHEAD PABRIK

Tenaga kerja tak langsung
Bahan tak langsung :
     Bahan pembersih
     Bahan pelumas (oli,dll)
     Bahan bakar (solar,bensin,dll)
Perarasi gedung dan peralatan pabrik
Asuransi peralatan pabrik
Pajak bagunan pabrik




Biaya listrik pabrik
Biaya gas pabrik
Depresiasi mesin dan peralatan
Amortisasi hak paten
Penghapusan alat-alat kerja kecil
Asuransi tenaga kerja
Pajak penghasilan tenaga kerja pabrik


Biaya penjualan dan biaya administrasi tidak merupakan biaya overhead pabrik karena biay-biaya tersebut tidak timbul dalam proses produksi. Biaya tersebut biasanya disebut biaya overhead penjualan dan umum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar